Polisi Amankan Kepala Sekolah SMAN/MA, Guru dan Kabid Dikmen Dinas Dispora BS
Pelaksanaan ujian nasional di Bengkulu khususnya di Kab. Bengkulu Selatan tercoreng akibat ulah oknum Kepala Sekolah yang dengan sengaja membocorkan soal ujian kepada peserta ujian.
Sebanyak 10 Kepala Sekolah SMA Negeri, 1 Kepala Sekolah MA, 4 Kepala Sekolah SMA Swasta, seorang guru dan Kabid Dikmen Dinas Dikpora Bengkulu Selatan berhasil diamankan Polres BS. Hal ini dibenarkan oleh Kapolres BS AKBP Herry Wiyanto, SH.
Menurut kapolres, penyidikan terhadap tindak pidana tersebut akan dilakukan Polres BS setelah UN selesai. Terungkapnya adanya indikasi persengkongkolan untuk membocorkan soal ini berawal ketika, 4 anggota Polres BS, Minggu (19/4) sekitar pukul 14.30 WIB melakukan patroli mengecek kesiapan UN SMA/MA/SMK di sekolah-sekolah.
Ketika berada di SMAN 1 Bengkulu Selatan Jl. Duayu Pasar Manna, polisi melihat kunci gerbang sekolah terkunci dari luar. Kondisi ini membuat, 4 anggota Polres BS curiga. Menyikapi hal itu, salah seorang anggota yang mengenakan celana pendek melompati pagar untuk melihat ke dalam sekolah dengan melakukan penyamaran. Saat berada di lingkungan sekolah, polisi itu tadi melihat ada Kabid Dikmen Ir H Agustinus S MPd dan Kepala SMAN 1 BS Mustafa Lufti MPd duduk di bawah pohon di taman sekolah.
Tidak lama kemudian salah seorang perwira Polres BS tersebut langsung disambut oleh Kabid Dikmen dan Kepala SMAN 1 BS. Perwira Polres BS itu diajak ke dalam ruangan kepala sekolah. Sementara 3 anggota Polres lainnya masih duduk di bawah pohon.
Dalam pertemuan tersebut, perwira Polres BS ini curiga karena kepala sekolah ini bolak-balik masuk ke dalam seperti orang gelisah. Perwira ini lalu mengirim SMS ke anak buahnya untuk mengecek setiap ruangan yang di sekolah tersebut. Ternyata saat dicek ditemukan para kepala sekolah sedang ngumpul di salah satu ruangan. Selain itu, ditemukan juga soal UN SMA untuk mata pelajaran Fisika dan Geografi. Termasuk juga ada guru yang terindikasi ditugaskan untuk mengisi jawaban soal UN tersebut.
Mengetahui hal itu, kepala sekolah, guru dan Kabid Dikmen sore itu juga langsung diangkut ke Mapolres BS. Mereka semuanya sudah diperiksa oleh penyidik Polres. Malamnya mereka langsung diamankan di barak Dalmas Mapolres BS. Termasuk juga tidak boleh menggunakan alat komunikasi seperti HP.
Menurut Kapolres BS AKBP Hery Wiyanto SH menyatakan, dilakukannya isolasi terhadap para kepala sekolah ini mereka lakukan supaya jangan sampai soal UN yang sudah terlanjur diketahui keluar dan diterima oleh para siswa. Saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka terkait masalah ini, karena pihak Polres Bengkulu Selatan masih melakukan penyelidikan secara mendalam. (hms)
Pelaksanaan ujian nasional di Bengkulu khususnya di Kab. Bengkulu Selatan tercoreng akibat ulah oknum Kepala Sekolah yang dengan sengaja membocorkan soal ujian kepada peserta ujian.
Sebanyak 10 Kepala Sekolah SMA Negeri, 1 Kepala Sekolah MA, 4 Kepala Sekolah SMA Swasta, seorang guru dan Kabid Dikmen Dinas Dikpora Bengkulu Selatan berhasil diamankan Polres BS. Hal ini dibenarkan oleh Kapolres BS AKBP Herry Wiyanto, SH.
Menurut kapolres, penyidikan terhadap tindak pidana tersebut akan dilakukan Polres BS setelah UN selesai. Terungkapnya adanya indikasi persengkongkolan untuk membocorkan soal ini berawal ketika, 4 anggota Polres BS, Minggu (19/4) sekitar pukul 14.30 WIB melakukan patroli mengecek kesiapan UN SMA/MA/SMK di sekolah-sekolah.
Ketika berada di SMAN 1 Bengkulu Selatan Jl. Duayu Pasar Manna, polisi melihat kunci gerbang sekolah terkunci dari luar. Kondisi ini membuat, 4 anggota Polres BS curiga. Menyikapi hal itu, salah seorang anggota yang mengenakan celana pendek melompati pagar untuk melihat ke dalam sekolah dengan melakukan penyamaran. Saat berada di lingkungan sekolah, polisi itu tadi melihat ada Kabid Dikmen Ir H Agustinus S MPd dan Kepala SMAN 1 BS Mustafa Lufti MPd duduk di bawah pohon di taman sekolah.
Tidak lama kemudian salah seorang perwira Polres BS tersebut langsung disambut oleh Kabid Dikmen dan Kepala SMAN 1 BS. Perwira Polres BS itu diajak ke dalam ruangan kepala sekolah. Sementara 3 anggota Polres lainnya masih duduk di bawah pohon.
Dalam pertemuan tersebut, perwira Polres BS ini curiga karena kepala sekolah ini bolak-balik masuk ke dalam seperti orang gelisah. Perwira ini lalu mengirim SMS ke anak buahnya untuk mengecek setiap ruangan yang di sekolah tersebut. Ternyata saat dicek ditemukan para kepala sekolah sedang ngumpul di salah satu ruangan. Selain itu, ditemukan juga soal UN SMA untuk mata pelajaran Fisika dan Geografi. Termasuk juga ada guru yang terindikasi ditugaskan untuk mengisi jawaban soal UN tersebut.
Mengetahui hal itu, kepala sekolah, guru dan Kabid Dikmen sore itu juga langsung diangkut ke Mapolres BS. Mereka semuanya sudah diperiksa oleh penyidik Polres. Malamnya mereka langsung diamankan di barak Dalmas Mapolres BS. Termasuk juga tidak boleh menggunakan alat komunikasi seperti HP.
Menurut Kapolres BS AKBP Hery Wiyanto SH menyatakan, dilakukannya isolasi terhadap para kepala sekolah ini mereka lakukan supaya jangan sampai soal UN yang sudah terlanjur diketahui keluar dan diterima oleh para siswa. Saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka terkait masalah ini, karena pihak Polres Bengkulu Selatan masih melakukan penyelidikan secara mendalam. (hms)





